Puisi Alam -Tuhan menganugerahkan kepada manusa alam yang indah, dengan harapan, sebagai khalifah di muka bumi manusi dapat menjaga dan memanfaatkan alam untuk masa depan. Sebut saja gunung, hutan, laut semuanya sengaja diciptakan untuk memenuhu segala kebutuham hdup manusia. Konsekuensi yang akan didapat jka amanat besar itu tdak dilaksanakan tentunya sangat besar. Bencana-bencana alam yang beberapa waktu lalu serempak melanda berbagai belahan bumi adalah tanda bahwa kita sebagai khalifah di muka bumi lalai menjaga alam. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan tersebut, kita harus bersama-sama menjaga alam yang kita huni. Salah satu cara sederhana yang dapad kita tempuh untuk menyadarkan masyarakat dunia tentang betapa pentingnya alam adalah melalui karya sastra, seperti puisi alam.
Kumpulan Puisi Keindahan Alam Terbaru 2014 UPDATE!!!
7:56 AM |
Di
bawah ini ada beberapa Puisi Alam yang dibuat khusus oleh remaja-remaja yang
mencintai alamnya dan berusaha untuk menyadarkan masyarakat sekitar untuk turut
serta dalam usahanya menjaga alam, berikut ulasannya :
Puisi
Alam
Kumpulan
Puisi Tentang Alam
KEINDAHAN
ALAM
Puisi
Cahyaning P.
Bak
gelombang jiwa di udara
Laksana
sinar di pagi hari
Bagaikan
rembulan mengarunggi samudra
Seperti
peri kehilangan cahaya matahari
Meskipun
langit menyinari bumi
Mirip
bola di senja kelap
Umpama
terbang setinggi awan
Bagaikan
bintang menghiasi malam
Sinar
mentari bagaikan surya.
INDAHNYA ALAM NEGERI INI
Puisi Ronny Maharianto
Kicauan burung terdengar merdu
Menandakan adanya hari baru
Indahnya alam ini membuatku terpaku
Seperti dunia hanya untuk diriku
Kupejamkan mataku sejenak
Kurentangkan tanganku sejenak
Sejuk , tenang , senang kurasakan
Membuatku seperti melayang kegirangan
Wahai pencipta alam
Kekagumanku sulit untuk kupendam
Dari siang hingga malam
Pesonanya tak pernah padam
Desiran angin yang berirama di pegunungan
Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
Begitu indah rasanya
Bak indahnya taman di surga
Keindahan alam terasa sempurna
Membuat semua orang terpana
Membuat semua orang terkesima
Tetapi, kita harus menjaganya
Agar keindahannya takkan pernah sirna
TANAH
AIRKU
Puisi
Haris Rahmat Nugraha
Angin
berdesir dipantai
Burung
berkicau dengan merdu
Embun
pagi membasahi rumput-rumput
Itulah
tanah airku
Sawahnya
menghijau
Gunungnya
tinggi menjulang
Rakyat
aman dan makmur
Indonesiaku
Tanah
tumpah darahku
Jaga
dan rawatlah selalu
Disanalah
aku dilahirkan dan dibesarkan
Disanalah
aku menutup mata
Oh.....
tanah airku tercinta
Indonesia
jaya.....
ALAM DILEMBAH SEMESTA
Puisi Ardian.H
Angin dingin kelam berderik
Kabut putih menghapus mentari
Tegak cahyanya menusuk citra
Pahatan Gunung memecah langit
Berselimut awan beralas zamrud
Tinggi . . . Tajam . . .
Sejak waktu tidak beranjak
Di sanalah sanubari berdetak
Sunyi sepi tak beriak
Cermin ilusi di atas danau
Menikung pohon yang melambai warna
Di celah kaki-kaki menjejak karya-karyaNYA
Di manakah aku berada?
Di mana jiwa tak mengingat rumah
Di saat hidup serasa sempurna
Sungguh jelita permadani ini
Terbarkan pesona di atas cakrawala
Tak berujung di pandang lamanya
Serasa bertualang di negeri tak bertuan
ALAM
Puisi
Vino Tritambayong
Ku
buka mata ..
cahaya
pagi menembus kaca jendela ..
Semerbak
mawar merah dan putih merekah ..
Ku
buka jendela ..
Ku
hirup udara segar ..
Melihat
kabut tebal masih menyelimuti bumi ..
Setetes
embun membasahi daun ..
Kicauan
indah terdengar di telinga ..
Angin
berhembus halus menembus kulit
Ku
lihat awan seputih melati ..
Juga
langit, sebiru lautan samudra ..
Kini
kusiap menghadapi hari yang baru ..
Dan
indahnya bumi ..
BANCANA MELANDAKU
Puisi Tanpa Nama
Lewat suara gemuruh diiringi debu bangunan
yang runtuh
Tempatku nan asri terlindas habis
Rumah dan harta benda serta nyawa manusia
lenyap
Kau lalap habis aku kehilangan segalanya
Mata manusia sedunia terpengarah, menatap
dan heran
Memang kejadian begitu dahsyat
Bantuan dan pertolongan mengalir
Hati manusia punya nurani
Tuhan , mengapa semua ini terjadi ?
Mungkin kami telah banyak mengingkari-Mu
Mungkin kamu terlalu bangga dengan salah
dan dosa
Ya, Tuhan ampunilah kami dalam segalanya
PERMAINYA
DESAKU
Puisi
Tanpa Nama
Sawah
mulai menguning
mentari
menyambut datangnya pagi
ayam
berkokok bersahutan
petani
bersiap hendak ke sawah.
Padi
yang hijau
siap
untuk dipanen
petani
bersuka ria
beramai
– ramai memotong padi
Gemercik
air sungai
begitu
beningnya
bagaikan
zamrud khatulistiwa
itulah
alam desaku yang permai
SABDA BUMI
Puisi Tanpa Nama
Bulan tampak mendung merenung bumi
Seberkas haru larut terbalut kalut dan
takut
Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu
Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu
Bulan tak ingin membawa tertawa manja
Kala waktu enggan berkawan pada hari
Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
Terhapus awan gelap melahap habis langit
Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
Hitam memang menang menyerang terang
Tetapi mekar fajar bersama mentari akan
menari
Bersama untaian senandung salam alam pagi
Alam
yang kita cintai akan mendatangkan manfaat jika kita rajin-rajin menjaga dan
merawatnya. Jika kita lalai tentunya akibat-akibat negatif siap menanti masa
depan kita. Gerakan mulia menjaga alam sempurnanya dimulai dari diri sendiri
lewat hal-hal sederhana, seperti menciptakan sebuah Puisi Alam dan
mempublikasikannya untuk menyadarkan mata dunia tentang betapa pentingnya makna
alam yang kita huni. Semoga puisi alam di atas bermanfaat untuk siapapun yang
membacanya.
Sumber
: http://www.lokerpuisi.web.id/
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment