27
Desember 2013
Tak
terasa sudah mau tahun baru lagi, begitu cepat waktu berlalu.
29
Desember 2013
“Kamu
yakin untuk mendaki juga? Cuaca akhir tahun ini buruk sekali.” Protes kakak
cowokku yang bernama Chaz.
Tapi
aku dan 4 temanku (Jazzy, Meggy, Selena dan Caitlin) tetap bersikeras dengan
keputusan kami. “Rencana kami sudah matang Chaz, besok aku tetap pergi ke
puncak dan camping semalam di sana menikmati pergantian tahun. Meskipun cuaca
buruk.” ucapku sambil tersenyum.
Chaz
menghela nafas “Aku cuma berpesan, jaga diri kalian baik-baik! Aku khawatir
karena kalian 5 orang wanita.” cemas Chaz. “Haha, Sip Bos, so pasti” kataku
sambil hormat
Lalu
Chaz langsung mengacak-ngacak rambutku. Ya, itu sudah kebiasaan kakakku
30
Desember 2013
Hujan
masih cukup deras dengan menemani perjalananku dan teman-teman ke Puncak.
Melewati jalan berliku di bawah guyuran hujan harus ekstra hati-hati, karena
kanan kiri jalan adalah jurang yang cukup dalam. *bayangkan*
“Hujannya
tak kunjung reda.” batinku sambil sesekali melirik arlojiku yang menunjukkan
pukul 11.00 WITA.
Pukul
14.25 WITA
Akhirnya
sampai juga di tempat peristirahatan yang indah. Udara terasa dingin menembus
jaket abu-abu yang kukenakan. Sementara hujan rintik-rintik belum berhenti.
Di
tempat peristirahatan itu, aku dan teman-teman membuka bekal yang telah kami
bawa dari rumah. karena kehujanan yang cukup lama membuat perut kami lapar dan
harus segera diisi. Lalu, aku mengeluarkan kamera digital yang bermerk Canon.
Kamera kesayanganku. Aku mengarahkan ke arah pepohonan yang basah karena hujan
yang masih agak berkabut tipis. Tak ada objek yang bagus kalau cuaca begini.
Tak lama kemudian, datang 5 orang rombongan laki-laki, dari style dan facenyaa
aku berkesimpulan kalau mereka orang jauh yang mungkin sama seperti kami ingin
menikmati malam tahun baru di Puncak. 30 menit sudah kami beristirahat dan
sekarang waktunya melanjutkan perjalanan.
Pukul
15.00 WITA
Aku
memulai perjalanan. Syukurlah, cuaca mulai cerah dari yang kuperkirakan. Peluh
yang bercucuran lalu dihempas desiran angin dingin sudah tak kupedulikan, yang
ada dalam pikiranku sekarang hanyalah ingin sampai di puncak yang tinggi dan
menikmati indahnya pemandangan puncak. Lalu, 5 orang rombongan laki-laki yang
kami temui tadi menyusul dan menyapa kami.
“Hey
girls..” sapa salah seorang cowok itu.
“Hey
juga boys..” jawabku ramah.
“Kenalin,
gue Sam.” ucapnya sambil mengulurkan tangan.
“Gue
Lolly, senang bertemu denganmu.”
Setelah
itu, Sam memperkenalkan keempat temat-temannya yang bernama Fredo, Cody, Joel
dan Ryan. Aku pun berkenalan dengan mereka sambil memperkenalkan teman-temanku.
“Ehh,
betewe kita kaya udah ditakdirin sama Tuhan deh buat ketemu disini. Mungkin
jodoh kali yah?! kan 5 cowok dan 5 cewek. Hahaha” canda Cody.
“Ahh,
pikiran lu mah kesana mulu” jawab Ryan.
“Tapi
kan, mumpung kita pada single kenapa enggak?” kata Cody.
“Yaelah
elu, (tepokjidat) Sorry ya Lolly, dia cuma bercanda kok” Aku sama temen-temen
cewekku pun ketawa kecil.
“Hehe,
iya, gapapa kok Sam.” jawabku.
“Hehe,
ya udah, gimana kalau kita jalan bareng aja?” ajak Sam
“Ya
udah, yuk!!” kataku langsung blushing
Selama
perjalaan, kita tuh jalannya pasang-pasangan gitu, katanya sih yang cewek biar
ada yang jagain hehe, aku mah setuju-setuju aja.
Aku
sama Sam
Meggy
sama Ryan
Jazzy
sama Cody
Selena
sama Joel
Caitlin
sama Fredo
Gimana?
Serasi kah?, hehe (abaikan)
31
Desember 2013 pukul 03.45 WITA
Kami
gak tidur dari perjalanan tadi malam dan akhirnya kami sampai di puncak
tertinggi. Kami pun mendirikan tenda masing-masing. Tenda wanita sebelah kanan
dan tenda pria sebelah kiri. Setelah tenda terpasang, kami putuskan untuk tidur
sebentar untuk menghilangkan kelelahan.
Pukul
8.30 WITA
Aku
pun terbangun dan keluar dari tenda untuk melihat pemandangan pagi hari yang
cerah tanpa hujan dan kabut.
“Baru
bangun Lolly?” sapa Sam yang mengagetkanku sambil foto-foto aku pakai kamera
digitalnya.
“Iya
nih, kamu lagi ngapain si? Mataku silau nih karna blitz kameramu” tanyaku
karena risih.
“Haha,
nih lagi foto-foto kamu yang baru bangun. Biar ada aja gitu foto cewek di
camera Canonku” katanya cengengesan.
“Hahaha,
ya udah fotoin aku disana gih!” sambil nunjuk
Udah
lama aku beraksi di depan kameranya Sam dan dia pun antusias banget layaknya
fotografer yang profesional gitu.
Gak
lama kemudian, dateng si Meggy.
“Ciee
ciee,” celotehnya.
“Apaan
si Meg?” tanyaku. Terus si Sam langsung nengok ke arah Meggy dan lo tau?
mukanya langsung blushing gitu
“Enggak,
Sorry gue ganggu kalian hehe”
“Ehh,
enggak kok gak ganggu keless, mending sini gabung!” ajak Sam.
“Ogahh,
mending gue masak air aja deh. Bye.” kata Meggy.
“Yaelah,
kayu bakar juga belum nyari” teriak gue ke Meggy.
“Eh,
iya. ya udah, kita bagi tugas aja! Gue sama Jazzy yang bakal nyari kayu bakar
dan elu siapin airnya sama Selena or Caitlin!” kata Meggy langsung pergi.
“Ehmm,
si Caitlin pasti belum bangun.” batinku. Karena di antara kami berlima, si
Caitlinlah yang paling susah buat bangun pagi.
“Sam,
aku ke tenda dulu ya! Trus sekalian mau nyari air”
“Okay
Lolly, hati-hati ya!” ucap Sam sambil ngewink ke gue.
“Okay
Sam” kata gue langsung ninggalin Sam yang lagi potret-potret pemandangan.
Akhirnya gue putusin untuk pergi nyari air sendiri. Karena Selena gak mau dan
Caitlin belum bangun. Ternyata letak mata air gak jauh dari temapat perkemahan.
Setengah perjalanan akan ke tempat perkemahan, tiba-tiba gua jatuh dan kaki gue
terkilir dan gak bisa jalan.
“OMG!
Oh my no! Oh my WOW! Kenapa mesti terkilir?” batinku. Udah gue coba buat
berdiri tapi jatuh dan jatuh lagi, gue pun meringis kesakitan “Tolooong….!!!
Tooolloooong!!!” teriakku berkali-kali. “Semoga ada sosok yang Tuhan kirim
kesini buat gue” sambil nangis, Tiba-tiba gue denger ada yang jalan ke arah gue
dan seseorang itu adalah Sam. “Mungkin jodoh kali yah, sampe ditemuin disaat
genting kayak gini.” batinku “Kamu kenapa Lolly?” tanya Sam panik dan langsung
gendong gue sambil bawain air yang udah gue ambil tadi.
“Aku
jatuh Sam, udah coba buat berdiri tapi gak bisa” rengekku.
“SIAPA
SURUH NGAMBIL AIR SENDIRI?” kata Sam ngebentak gue. Jujur, gue paling gak suka
dibentak
“Ya
udah, turunin aku disini Sam!” kataku sambil pukul-pukul punggungnya Sam. Sam
gak lepasin dan turunin gue.
“Ehh,
ehh, kamu kenapa Lolly?” tanyanya.
“Udahlah
Sam, gak usah bantuin aku kalo kamu gak iklas! Jujur aja nih ya, aku paling gak
suka dibentak!” teriakku.
“Aku
cuma gal mau kamu kenapa-napa” kata Sam lembut. Lalu gue langsung meluk dan pegangan
erat di punggungnya
Nyampe
di tempat camp, temen-temen pada nyamperin gue.
“Lo
kenapa Lolly?” tanya si Meggy.
“Ya,
lo kenapa?” tanya temen-temen yang lain.
“Gue
jatuh tadi waktu mau kesini” jawab gue pelan.
“Kan
tadi gue udah nyuruh elo buat ngambil air sama Selena atau Caitlin?!” kata
Meggy.
“Gue
tadi udah ajakin tuh si Selena, tapi dia gak mau terus si Caitlin belum bangun.
Ya terpaksa gue ngambil airnya sendiri aja. Gue pikir bakal lebih cepet.” kata
gue panjang lebar
“Kenapa
kamu gak minta bantuan aku atau temen-temenku aja?” tanya Sam.
“Ya
nih, gue sama temen-temen pasti bantu lo keless, lu tinggal ngomong aja!” kata
Fredo.
“Lain
kali jangan kesana-kemari sendiri!” kata Ryan.
“Maafin
gue ya Lolly!, coba aja kalo gue ikut, mungkin lo kagak bakal kayak gini” kata
Selena minta maaf.
“Duuhh,
nanyanya satu satu dong!!” pintaku.
“Hahaha”
teman-teman ketawa termasuk gue juga
Setelah
itu, teman-temen nyuruh gue buat istirahat di tenda sedangkan mereka sibuk
mempersiapkan apa yang dibutuhkan nanti malam. Lalu Sam nyamperin gue ke tenda.
“Gimana kakinya?” tanya Sam sambil ngasih aku secangkir teh hangat.
“Udah
mendingan kok Sam, Haha, tengkyu air tehnya” kataku sambil cubit pipi Sam
“Hehe,
iya” muka Sam blushing.
Akhirnya
kaki gue udah bisa digerakin dan udah gak sakit lagi
Pukul
16.30 WITA
Setelah
api unggun sudah siap, aku sama teman-teman yang cewek mau mandi di tempat mata
air tadi.
“Sam,
aku sama temen-temen mau mandi dulu ya?!” ijinku.
“Okay
girls, hati-hati ya!” kata Sam.
“Mau
ditemenin?” tanya Fredo, Cody, Joel dan Ryan sambil ngedeket ke kami.
“Ogahh..”
kata gue sama teman-teman cewek serempak dan ninggalin mereka.
Beberapa
menit kemudian, gue dan teman-teman sudah selesai mandi lalu langsung balik ke
tempat camp.
“Ya
udah, kalian mandi gih!!” suruh si Selena.
“Iya
sana!” lanjut Caitlin dan Meggy.
Gue
sama Jazzy cuma diam dan ketawa kecil.
“Iya
bidadari-bidadari bawel” kata Sam dan temen-temennya.
Selama
mereka mandi, gue sama teman-teman cewek sudah siapin masakan buat nanti malam,
Masakannya pun sudah selesai. Setelah itu, gue duduk-duduk di depan tenda.
Trus, si Sam langsung nyamperin gue dan duduk di samping gue.
“Hi
Lolly” sapanya.
“Hi
juga Sam” kataku sambil noleh.
“Lolly,
aku mau ngomong sesuatu nih”
“iya
ngomong aja!”
“Tapi,
tunggu jam nunjukin pukul 00.00 ya!”
“Kok
gitu sii?” tanyaku penasaran.
Sam
pun gak jawab, dia malah sibuk sama cameranya, ya sudahlah (abaikan)
Pukul
23.48 WITA
“Okay,
bentar lagi.” batinku sudah gak sabar. Teman-teman sudah nyalain petasan mereka
dan gue juga. Tapi anehnya, si Sam mana? kok gak kelihatan?
Pukul
00.00 WITA
Sam
dateng nyamperin gue, entah datengnya dari mana, Dia langsung pegang tangan
gue, terus nutup mata gue pakai kain.
“Duuhh,
kenapa nih?” tanyaku risih.
“Udah,
tenang aja!” jawab Sam.
“Guys
and Girls, sekarang three, two, one!!” teriak Sam ke temen-temen terus mereka
nyalain petasan dan Sam bukain kain yang nutupin mata gue, setelah gue liatin
langit, petasan yang dinyalain tadi itu tulisannya kaya gini “I Love U”
“Saaammm…”
ucapku sambil nutup mulutku yang menganga.
“Iya
Lolly, aku suka dan sayang sama kamu” kata Sam. “Kamu mau jadi pacar aku?”
lanjutnya.
“Ah,
eh, mm, Maauu Sam..” jawabku gugup dan mukaku langsung blushing.
“yess!
Guys and Girls dia nerima gue” teriak Sam.
“Thanks
God!” bisiknya. Lalu dia langsung nyium kening gue dan meluk gue sambil
muter-muterin gue
“Udah
Sam!” suruh gue karena kepala gue udah rada-rada puyeng karena diputar-putar
“Iya
Sayang.” kata Sam langsung nurunin gue.
Okay,
awal tahun 2014
Rasanya,
apa yang gue dapetin di malam tahun baru kemarin sangat lengkap. Keinginan
untuk bermalam dan menikmati malam tahun baru sudah, mendapatkan cinta di malam
tahun baru juga sudah. Sekarang waktunya untuk pulang, gue diantar sama Sam
sampai rumah. Beberapa bulan kemudian, gue kenalin Sam sama orangtua dan kakak
gue. Selama ini, orangtua gue lagi menjalankan bisnis di Paris, Perancis dan
sekarang mereka sudah balik lagi. Orangtua dan kakak gue sudah setuju sama
hubungan gue dan Sam. Sampai akhirnya kami pun bertunangan.
TAMAT
Tolong
share comment kalian! :)
By:
Dewi Ratih Widyasari follow juga twitter gue @ratih_lolly06
Makasih
:)
Cerpen
Karangan: Luh Dewi Ratih Widyasari
Facebook:
Atiih Ratiih Wiidyasarii
Nama:
Luh Dewi Ratih Widyasari
Panggilan:
Ratih/Atih
Alamat:
Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Prov. Bali
Sekolah:
SMPN 3 Sawan
Kelas:
IX






0 comments:
Post a Comment