Container Icon

Kumpulan Puisi Cinta Romantis Terbaru 2014 UPDATE!!



Puisi Cinta Romantis - Lagi-lagi dalam tulisan kali ini, kami memilih sesuatu yang bertemakan cinta dalam tulisan. Dan bicara tentang cinta, erat kaitannya dengan romantisme. Tetapi romantisme yang diharapkan oleh para pecnta terutama kaum hawa tidak melulu sesuatu dengan harga yang menjulang tinggi, terkadang justru yang sederhana yang dapat menimbulkan efek lebih dahsyat. Contohnya : kita dapat mengirimkan Puisi Cinta Romantis hasil karya kita sendiri kepada kekasih kita tentang seberapa berharga dan berarti ia, hal itu tentunya akan meluluh-lantahkan hatinya. Puisi cinta memang sering dipilih sebagai meda untuk mengungkapkan isi hati, ia biasanya disandingkan dengan bunga dan kado-kado lain yang tidak kalah romantis.

Akhir-akhir ini penggunaan Puisi Cinta Romantis untuk mengungkapkan isi hati semakin marak di kalangan remaja seiring dengan merebaknya media sosial. Mereka hanya tinggal mempublikasikan karya mereka dan memproklamirkan perasaannya kepada pujaan hati. Dan berikut ini adalah beberapa contoh Puisi Cinta Romantis hasil karya anak bangsa yang sengaja kami publikasikan untuk anda :
Description: Puisi Cinta Romatis
Kumpulan Puisi Cinta Romantis


SELAMAT PAGI CINTAKU
Puisi Ressa Elia

Semoga hari ini.
Hatimu secerah hari ini.
Secerah matahari brsinar.
Langkah yang kau tapak selalu bawa kebahagiaan.

Biarkn musim brganti.
Tinggalkan kesan yang mendalam.
tak mudah dilupakan dari mata jernihmu yg berkaca.

Lihat aku..
Yg selau bisa bca pikiranmu.
Mengisi jiwamu.
menyapamu menghias hari2mu.

Lihat senyumku...
Dengarkan suaraku...
Akan teduhkan jiwamu.
Karena aku mencintamu dengan kesungguhanku.
JANJI SUCI CINTA
Puisi Adelia L.K

Anggrek Biru
Kaulah saksi cintaku
Telah tertanam dalam jiwaku
Sebuah cinta suciku untuk dirimu

Takan ku lupa
Akan ku jaga
Dan ku rawat keindahanya
Di ladang jiwa berlahan kasih mesra

Dia malaikat penjaga hati
Berjanji padaku setia menemani
Memulai kisah cinta ini dengan sepenuh hati
Meraih cita cinta berdua hingga maut memisahkan kami

Membina mahligai indah berdua
Menempuh masalah dengan bijaksana
Mewujudkan mimpi masa depan cinta kita bersama
Bergandengan tangan kita bina rumah tangga
SELAMAT MALAM SAYANG
Puisi NN

Aku terkapar dalam hamparan tempat tidurku
melamunkan semua tentang cinta di malam ini
cinta yang selalu datang dalam setiap nafas
ya itu cinta dirimu potry

Malam yang gelap ini
aku selalu mengirim sesuatu yang indah untukmu
walau kau tak melihat tapi selalu ada disampingmu
hanya bisa kau rasakan
dan memberikan kenyamanan dalam tidurmu malam ini

Puteri dalam indahnya malam ini
aku datang lewat mimpimu
dan aku keluar lewat keindahan yang kau rasakan
terlelaplah wahai poetri indahku
aku selalu datang untuk menemanimu
walau hanya lewat angin
tapi aku akan selalu menyejukanmu

Aku akan datang
saat kau bermimpi
KESEMPURNAANMU
Oleh Andika Saputra
Kau begitu sempurna di mataku
hatiku mulai tenang bila kau ada di sampingku
hatiku mulai rapuh bila kau tak ada di sampingku
apa yang harus aku lakukan tanpa dirimu

Canda dan tawa mu begitu terngiang dalam lubuk hatiku
teringat saat-saat kau ada di samping ku
kau menemani ku dengan penuh ke hangatan
menghilang rasa sedih dan sepi yang kurasakan

Menghilangkan kegelisahann yang selalu menyelimuti hatiku
tapi kini kau telah pergi,entah apa yang bisa aku lakukan tanpamu
kau begitu indah,dan mungkin akan tetap indah selamanya.
aku akan setia menunggu mu di sini

Hingga waktu yang akan mempertemuankan aku dan kamu
aku berdoa tak hentinya ku curah kan untukmu
agar kau bahagia di surga.....
walaupun air mata tak terhentikan ku teteskan untukmu

Tapi ku yakin air mata ini air mata ketegaran
jangan pergi kekasih ku teriakan yang begitu hebat dalam hatiku.
meski kau tak ada tapi kenangan mu akan tetap ada
di lubuk hatiku selamanya
INGIN BERSAMAMU
Puisi Ressa Elia 

Aku tak prnah ingin melupakan dirimu.
Apalagi benci.
Sekian masa sekian cerita tlah kita lewati.
Suka dn duka brsama.

Sungguh berat untk kulupakan.
Sangat tak mungkin untk benci.
Karena kau sangat berkesan.
Karena kau sangat mendalam.

Percayalah kekasihku.
Hanya satu kau kasihku.
Dan hanya satu inginku.
Hidup bersama denganmu.

Semoga Puisi Cinta Romantis diatas bisa menjadi contoh baik untuk anda yang ingin terus berkarya, terus maju dan enggan diam. Perlu diingat, jika anda merasakan sesuatu yang spesial segeralah utarakan perasaan anda, karena cinta hakikatnya adalah sesuatu yang agung. Puisi-puisi di atas bisa anda gunakan untuk mengutarakan isi hati anda.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kumpulan Puisi Keindahan Alam Terbaru 2014 UPDATE!!!

Puisi Alam -Tuhan menganugerahkan kepada manusa alam yang indah, dengan harapan, sebagai khalifah di muka bumi manusi dapat menjaga dan memanfaatkan alam untuk masa depan. Sebut saja gunung, hutan, laut semuanya sengaja diciptakan untuk memenuhu segala kebutuham hdup manusia. Konsekuensi yang akan didapat jka amanat besar itu tdak dilaksanakan tentunya sangat besar. Bencana-bencana alam yang beberapa waktu lalu serempak melanda berbagai belahan bumi adalah tanda bahwa kita sebagai khalifah di muka bumi lalai menjaga alam. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diingankan tersebut, kita harus bersama-sama menjaga alam yang kita huni. Salah satu cara sederhana yang dapad kita tempuh untuk menyadarkan masyarakat dunia tentang betapa pentingnya alam adalah melalui karya sastra, seperti puisi alam.


Di bawah ini ada beberapa Puisi Alam yang dibuat khusus oleh remaja-remaja yang mencintai alamnya dan berusaha untuk menyadarkan masyarakat sekitar untuk turut serta dalam usahanya menjaga alam, berikut ulasannya :

Puisi Alam
Kumpulan Puisi Tentang Alam
KEINDAHAN ALAM
Puisi Cahyaning P.

Bak gelombang jiwa di udara
Laksana sinar di pagi hari
Bagaikan rembulan mengarunggi samudra
Seperti peri kehilangan cahaya matahari

Meskipun langit menyinari bumi
Mirip bola di senja kelap

Umpama terbang setinggi awan
Bagaikan bintang menghiasi malam
Sinar mentari bagaikan surya.

    INDAHNYA ALAM NEGERI INI
    Puisi Ronny Maharianto

    Kicauan burung terdengar merdu
    Menandakan adanya hari baru
    Indahnya alam ini membuatku terpaku
    Seperti dunia hanya untuk diriku

    Kupejamkan mataku sejenak
    Kurentangkan tanganku sejenak
    Sejuk , tenang , senang kurasakan
    Membuatku seperti melayang kegirangan      

    Wahai pencipta alam
    Kekagumanku sulit untuk kupendam
    Dari siang hingga malam
    Pesonanya tak pernah padam

    Desiran angin yang berirama di pegunungan
    Tumbuhan yang menari-nari di pegunungan
    Begitu indah rasanya
    Bak indahnya taman di surga

    Keindahan alam terasa sempurna
    Membuat semua orang terpana
    Membuat semua orang terkesima
    Tetapi, kita harus menjaganya
    Agar keindahannya takkan pernah sirna

TANAH AIRKU
Puisi Haris Rahmat Nugraha

Angin berdesir dipantai
Burung berkicau dengan merdu
Embun pagi membasahi rumput-rumput
Itulah tanah airku
Sawahnya menghijau
Gunungnya tinggi menjulang
Rakyat aman dan makmur

Indonesiaku
Tanah tumpah darahku
Jaga dan rawatlah selalu
Disanalah aku dilahirkan dan dibesarkan
Disanalah aku menutup mata
Oh..... tanah airku tercinta
Indonesia jaya.....

    ALAM DILEMBAH SEMESTA
    Puisi Ardian.H

    Angin dingin kelam berderik
    Kabut putih menghapus mentari
    Tegak cahyanya menusuk citra

    Pahatan Gunung memecah langit
    Berselimut awan beralas zamrud
    Tinggi . . . Tajam . . .

    Sejak waktu tidak beranjak
    Di sanalah sanubari berdetak
    Sunyi sepi tak beriak

    Cermin ilusi di atas danau
    Menikung pohon yang melambai warna
    Di celah kaki-kaki menjejak karya-karyaNYA

    Di manakah aku berada?
    Di mana jiwa tak mengingat rumah
    Di saat hidup serasa sempurna

    Sungguh jelita permadani ini
    Terbarkan pesona di atas cakrawala
    Tak berujung di pandang lamanya

    Serasa bertualang di negeri tak bertuan

 ALAM
Puisi Vino Tritambayong

Ku buka mata ..
cahaya pagi menembus kaca jendela ..
Semerbak mawar merah dan putih merekah ..
Ku buka jendela ..
Ku hirup udara segar ..

Melihat kabut tebal masih menyelimuti bumi ..
Setetes embun membasahi daun ..
Kicauan indah terdengar di telinga ..
Angin berhembus halus menembus kulit

Ku lihat awan seputih melati ..
Juga langit, sebiru lautan samudra ..
Kini kusiap menghadapi hari yang baru ..
Dan indahnya bumi ..

    BANCANA MELANDAKU
    Puisi Tanpa Nama

    Lewat suara gemuruh diiringi debu bangunan yang runtuh
    Tempatku nan asri terlindas habis
    Rumah dan harta benda serta nyawa manusia lenyap
    Kau lalap habis aku kehilangan segalanya

    Mata manusia sedunia terpengarah, menatap dan heran
    Memang kejadian begitu dahsyat
    Bantuan dan pertolongan mengalir
    Hati manusia punya nurani

    Tuhan , mengapa semua ini terjadi ?
    Mungkin kami telah banyak mengingkari-Mu
    Mungkin kamu terlalu bangga dengan salah dan dosa
    Ya, Tuhan ampunilah kami dalam segalanya

PERMAINYA DESAKU
Puisi Tanpa Nama

Sawah mulai menguning
mentari menyambut datangnya pagi
ayam berkokok bersahutan
petani bersiap hendak ke sawah.

Padi yang hijau
siap untuk dipanen
petani bersuka ria
beramai – ramai memotong padi

Gemercik air sungai
begitu beningnya
bagaikan zamrud khatulistiwa
itulah alam desaku yang permai

    SABDA BUMI
    Puisi Tanpa Nama

    Bulan tampak mendung merenung bumi
    Seberkas haru larut terbalut kalut dan takut
    Terpaku ratap menatap jiwa-jiwa penuh rindu
    Hangatkan dahaga raga yang sendu merayu

    Bulan tak ingin membawa tertawa manja
    Kala waktu enggan berkawan pada hari
    Saat bintang bersembunyi sunyi sendiri
    Terhapus awan gelap melahap habis langit

    Bulan memudar cantik menarik pada jiwa ini
    Hitam memang menang menyerang terang
    Tetapi mekar fajar bersama mentari akan menari
    Bersama untaian senandung salam alam pagi

Alam yang kita cintai akan mendatangkan manfaat jika kita rajin-rajin menjaga dan merawatnya. Jika kita lalai tentunya akibat-akibat negatif siap menanti masa depan kita. Gerakan mulia menjaga alam sempurnanya dimulai dari diri sendiri lewat hal-hal sederhana, seperti menciptakan sebuah Puisi Alam dan mempublikasikannya untuk menyadarkan mata dunia tentang betapa pentingnya makna alam yang kita huni. Semoga puisi alam di atas bermanfaat untuk siapapun yang membacanya.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Cacat Hati


Hari itu, senja mulai mendatangiku, adzan sudah di pangkal tenggorokan. Dan hatiku merintih kesakitan. Air mata mengalir membasahi pipiku yang melekat di atas bantal. Air itu menggenang kemudian meresap dalam pori-pori bantal. Isak tangisku tidak terhenti meski waktu sudah semakin berlalu. Namun tak kuperdengarkan suara tangisku.

Aku Santi, anak kedua dari 2 bersaudara. Aku mempunyai kakak perempuan. Ibuku sangat menyayangi kakakku. Aku merasa ibuku pilih kasih. Entah yang kurasakan benar atau tidak. Semua yang kakak inginkan diberikan. Bahkan yang berat sekalipun. Sedangkan aku hal yang ringan saja tidak dikabulkan. Aku tidak melakukan kesalahan pun selalu dituduh dan dimarahi.

Beberapa hari ini ibuku sibuk merenovasi rumah untuk tahun baru. Nah, ibuku baru selesai memasang keramik lantai dan dinding. “Kok ada keramik yang retak, siapa yang baru lewat sini tadi!” kata ibu. “Aku.” kataku. “Kamu ya, yang meretakkan keramik ini!” dengan nada keras dan melotot “Nggak, aku memang lewat tapi aku nggak sampai meretakkan keramik.” nada pelan. Ku katakan “Kakak mungkin yang meretakkan.” “Jangan menuduh kakakmu! Kalau salah ngaku saja” bentak ibu.
Sudah kesekian kali aku dimarahi dan disalahkan sebab hal yang tidak kulakukan. Aku benar-benar tidak bisa menahan amarah. Kuteriakkan “Tidak bu! Aku tidak meretakkan!” Aku malah ditampar sangat keras di pipi kiri. Lalu aku lari ke kamar. Merebahkan tubuhku di atas ranjang. Kemudian memiringkan tubuhku ke kanan. Dan aku menangis tanpa bersuara.

“Aku yang meretakkan keramik bu. Aku tidak sengaja menginjak dan meretakkan keramiknya. Maaf bu.” Ucap kakak. “Tidak apa-apa.” Jawab ibu. Aku yang mendengarnya langsung naik darah. Sambil mengepal kedua tanganku “Kok kakak yang melakukan kesalahan nggak dimarahi! Kok aku dimarahi. Nggak adil. Sungguh tidak adil” gumam hatiku. Seketika itu aku langsung membenci mereka berdua.

Langkahku menuju keluar rumah. Sambil memandang langit yang penuh permata dan bulan sabit di tengah langit, aku duduk di bangku depan rumah. Tak sengaja aku mengatakan “Seandainya kakak tidak ada atau aku saja yang tak pernah ada.” Saat itu juga sebuah bintang jatuh melintas. Pemandangan malam yang indah, tak sesuai dengan suasana hatiku.

Esok harinya “Astagfirullah, kakaaak!” teriakku menatap tubuh kakak yang bersimbah darah pada mulutnya tergeletak di lantai kamarnya. Berlari menghampiri kakak, aku menggoyang-goyangkan tubuh yang lemas itu.
Oh tidak, apa ucapanku tadi malam terkabul. Kumohon cabut kembali.

Ibuku langsung datang dengan berlari tanpa ekspresi terkejut, namun raut wajahnya menunjukkan rasa khawatir. Ibu membopong tubuh itu dengan kedua tangannya. Meletakkan tubuh kakak di kursi depan mobil, kemudian ibu mengendarai mobil dengan sangat kencang. Akupun duduk di kursi belakang mobil. Mobil itu melaju begitu cepat dan berhenti di depan rumah sakit. Sambil membopong tubuh kakak dengan kedua tangannya, ibu berlari masuk ke dalam bangunan yang berasitektur eropa itu. Sebuah rumah sakit yang begitu megah dengan fasilitas terlengkap di kota kami. Kakak langsung mendapat pertolongan dari dokter- dokter ahli di sana. Setengah jam kemudian, dokter keluar dari ruang operasi kakak. “ Nyawa putri ibu sudah tidak tertolong lagi, penyakitnya sudah terlalu parah dan sudah mencapai stadium akhir.” dengan nada menyesal ia katakan kalimat itu pada ibuku. Wanita yang saat ini berdiri lunglai. Detik itu juga, hatiku retak seperti keadaan keramik tempo hari.

Sekarang, aku merenungi apa yang aku lakukan selama kakakku masih ada. “Aku selalu menganggap kakak lebih beruntung daripada aku. Kakak anak yang ramah, rajin dan baik meskipun tidak terlalu pintar. Berbeda denganku, aku anak yang cuek dan tidak terlalu rajin, namun aku lebih pintar dari kakakku. Aku selalu mendapat peringkat kelas sedangkan kakak tidak pernah. Mungkin ibu lebih menyukai anak yang rajin dan baik daripada anak yang pintar. “Namun akhir-akhir ini aku menyadari, ibu sayang kedua anaknya. Hanya saja lebih memperhatikan kakak yang dalam keadaan sakit. Kakak menderita kanker otak selama 2 tahun terakhir dan aku tidak tahu.
“Maafkan aku, kakak.”

Aku telah cacat hati, hatiku tidak lagi retak seperti keramik tempo hari. Namun, bahkan sudah hancur berkeping- keeping. Yang kepingannya hilang entah kemana, mungkin tersembunyi di balik rasa dengkiku selama ini. Tahun baru ini, menjadi hari terburukku selama aku menjalani hidup.

Cerpen Karangan: Duwi Sariwulan
Facebook: Duwi Sariwulan
Namaku Duwi Sariwulan. Aku bersekolah di SMA Negeri 3 Jombang
Ini merupakan cerita pendek karangan Duwi Sariwulan, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: Duwi Sariwulan untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis yang telah di terbitkan di cerpenmu, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!

Cerpen ini lolos moderasi pada: 26 October, 2014

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kabut Putih Tahun Baru



27 Desember 2013
Tak terasa sudah mau tahun baru lagi, begitu cepat waktu berlalu.

29 Desember 2013
“Kamu yakin untuk mendaki juga? Cuaca akhir tahun ini buruk sekali.” Protes kakak cowokku yang bernama Chaz.

Tapi aku dan 4 temanku (Jazzy, Meggy, Selena dan Caitlin) tetap bersikeras dengan keputusan kami. “Rencana kami sudah matang Chaz, besok aku tetap pergi ke puncak dan camping semalam di sana menikmati pergantian tahun. Meskipun cuaca buruk.” ucapku sambil tersenyum.
Chaz menghela nafas “Aku cuma berpesan, jaga diri kalian baik-baik! Aku khawatir karena kalian 5 orang wanita.” cemas Chaz. “Haha, Sip Bos, so pasti” kataku sambil hormat
Lalu Chaz langsung mengacak-ngacak rambutku. Ya, itu sudah kebiasaan kakakku

30 Desember 2013
Hujan masih cukup deras dengan menemani perjalananku dan teman-teman ke Puncak. Melewati jalan berliku di bawah guyuran hujan harus ekstra hati-hati, karena kanan kiri jalan adalah jurang yang cukup dalam. *bayangkan*
“Hujannya tak kunjung reda.” batinku sambil sesekali melirik arlojiku yang menunjukkan pukul 11.00 WITA.

Pukul 14.25 WITA
Akhirnya sampai juga di tempat peristirahatan yang indah. Udara terasa dingin menembus jaket abu-abu yang kukenakan. Sementara hujan rintik-rintik belum berhenti.

Di tempat peristirahatan itu, aku dan teman-teman membuka bekal yang telah kami bawa dari rumah. karena kehujanan yang cukup lama membuat perut kami lapar dan harus segera diisi. Lalu, aku mengeluarkan kamera digital yang bermerk Canon. Kamera kesayanganku. Aku mengarahkan ke arah pepohonan yang basah karena hujan yang masih agak berkabut tipis. Tak ada objek yang bagus kalau cuaca begini. Tak lama kemudian, datang 5 orang rombongan laki-laki, dari style dan facenyaa aku berkesimpulan kalau mereka orang jauh yang mungkin sama seperti kami ingin menikmati malam tahun baru di Puncak. 30 menit sudah kami beristirahat dan sekarang waktunya melanjutkan perjalanan.

Pukul 15.00 WITA
Aku memulai perjalanan. Syukurlah, cuaca mulai cerah dari yang kuperkirakan. Peluh yang bercucuran lalu dihempas desiran angin dingin sudah tak kupedulikan, yang ada dalam pikiranku sekarang hanyalah ingin sampai di puncak yang tinggi dan menikmati indahnya pemandangan puncak. Lalu, 5 orang rombongan laki-laki yang kami temui tadi menyusul dan menyapa kami.
“Hey girls..” sapa salah seorang cowok itu.
“Hey juga boys..” jawabku ramah.
“Kenalin, gue Sam.” ucapnya sambil mengulurkan tangan.
“Gue Lolly, senang bertemu denganmu.”

Setelah itu, Sam memperkenalkan keempat temat-temannya yang bernama Fredo, Cody, Joel dan Ryan. Aku pun berkenalan dengan mereka sambil memperkenalkan teman-temanku.
“Ehh, betewe kita kaya udah ditakdirin sama Tuhan deh buat ketemu disini. Mungkin jodoh kali yah?! kan 5 cowok dan 5 cewek. Hahaha” canda Cody.
“Ahh, pikiran lu mah kesana mulu” jawab Ryan.
“Tapi kan, mumpung kita pada single kenapa enggak?” kata Cody.
“Yaelah elu, (tepokjidat) Sorry ya Lolly, dia cuma bercanda kok” Aku sama temen-temen cewekku pun ketawa kecil.
“Hehe, iya, gapapa kok Sam.” jawabku.
“Hehe, ya udah, gimana kalau kita jalan bareng aja?” ajak Sam
“Ya udah, yuk!!” kataku langsung blushing

Selama perjalaan, kita tuh jalannya pasang-pasangan gitu, katanya sih yang cewek biar ada yang jagain hehe, aku mah setuju-setuju aja.
Aku sama Sam
Meggy sama Ryan
Jazzy sama Cody
Selena sama Joel
Caitlin sama Fredo
Gimana? Serasi kah?, hehe (abaikan)

31 Desember 2013 pukul 03.45 WITA
Kami gak tidur dari perjalanan tadi malam dan akhirnya kami sampai di puncak tertinggi. Kami pun mendirikan tenda masing-masing. Tenda wanita sebelah kanan dan tenda pria sebelah kiri. Setelah tenda terpasang, kami putuskan untuk tidur sebentar untuk menghilangkan kelelahan.

Pukul 8.30 WITA
Aku pun terbangun dan keluar dari tenda untuk melihat pemandangan pagi hari yang cerah tanpa hujan dan kabut.
“Baru bangun Lolly?” sapa Sam yang mengagetkanku sambil foto-foto aku pakai kamera digitalnya.
“Iya nih, kamu lagi ngapain si? Mataku silau nih karna blitz kameramu” tanyaku karena risih.
“Haha, nih lagi foto-foto kamu yang baru bangun. Biar ada aja gitu foto cewek di camera Canonku” katanya cengengesan.
“Hahaha, ya udah fotoin aku disana gih!” sambil nunjuk

Udah lama aku beraksi di depan kameranya Sam dan dia pun antusias banget layaknya fotografer yang profesional gitu.

Gak lama kemudian, dateng si Meggy.
“Ciee ciee,” celotehnya.
“Apaan si Meg?” tanyaku. Terus si Sam langsung nengok ke arah Meggy dan lo tau? mukanya langsung blushing gitu
“Enggak, Sorry gue ganggu kalian hehe”
“Ehh, enggak kok gak ganggu keless, mending sini gabung!” ajak Sam.
“Ogahh, mending gue masak air aja deh. Bye.” kata Meggy.
“Yaelah, kayu bakar juga belum nyari” teriak gue ke Meggy.
“Eh, iya. ya udah, kita bagi tugas aja! Gue sama Jazzy yang bakal nyari kayu bakar dan elu siapin airnya sama Selena or Caitlin!” kata Meggy langsung pergi.
“Ehmm, si Caitlin pasti belum bangun.” batinku. Karena di antara kami berlima, si Caitlinlah yang paling susah buat bangun pagi.
“Sam, aku ke tenda dulu ya! Trus sekalian mau nyari air”
“Okay Lolly, hati-hati ya!” ucap Sam sambil ngewink ke gue.
“Okay Sam” kata gue langsung ninggalin Sam yang lagi potret-potret pemandangan. Akhirnya gue putusin untuk pergi nyari air sendiri. Karena Selena gak mau dan Caitlin belum bangun. Ternyata letak mata air gak jauh dari temapat perkemahan. Setengah perjalanan akan ke tempat perkemahan, tiba-tiba gua jatuh dan kaki gue terkilir dan gak bisa jalan.

“OMG! Oh my no! Oh my WOW! Kenapa mesti terkilir?” batinku. Udah gue coba buat berdiri tapi jatuh dan jatuh lagi, gue pun meringis kesakitan “Tolooong….!!! Tooolloooong!!!” teriakku berkali-kali. “Semoga ada sosok yang Tuhan kirim kesini buat gue” sambil nangis, Tiba-tiba gue denger ada yang jalan ke arah gue dan seseorang itu adalah Sam. “Mungkin jodoh kali yah, sampe ditemuin disaat genting kayak gini.” batinku “Kamu kenapa Lolly?” tanya Sam panik dan langsung gendong gue sambil bawain air yang udah gue ambil tadi.
“Aku jatuh Sam, udah coba buat berdiri tapi gak bisa” rengekku.
“SIAPA SURUH NGAMBIL AIR SENDIRI?” kata Sam ngebentak gue. Jujur, gue paling gak suka dibentak
“Ya udah, turunin aku disini Sam!” kataku sambil pukul-pukul punggungnya Sam. Sam gak lepasin dan turunin gue.
“Ehh, ehh, kamu kenapa Lolly?” tanyanya.
“Udahlah Sam, gak usah bantuin aku kalo kamu gak iklas! Jujur aja nih ya, aku paling gak suka dibentak!” teriakku.
“Aku cuma gal mau kamu kenapa-napa” kata Sam lembut. Lalu gue langsung meluk dan pegangan erat di punggungnya

Nyampe di tempat camp, temen-temen pada nyamperin gue.
“Lo kenapa Lolly?” tanya si Meggy.
“Ya, lo kenapa?” tanya temen-temen yang lain.
“Gue jatuh tadi waktu mau kesini” jawab gue pelan.
“Kan tadi gue udah nyuruh elo buat ngambil air sama Selena atau Caitlin?!” kata Meggy.
“Gue tadi udah ajakin tuh si Selena, tapi dia gak mau terus si Caitlin belum bangun. Ya terpaksa gue ngambil airnya sendiri aja. Gue pikir bakal lebih cepet.” kata gue panjang lebar
“Kenapa kamu gak minta bantuan aku atau temen-temenku aja?” tanya Sam.
“Ya nih, gue sama temen-temen pasti bantu lo keless, lu tinggal ngomong aja!” kata Fredo.
“Lain kali jangan kesana-kemari sendiri!” kata Ryan.
“Maafin gue ya Lolly!, coba aja kalo gue ikut, mungkin lo kagak bakal kayak gini” kata Selena minta maaf.
“Duuhh, nanyanya satu satu dong!!” pintaku.
“Hahaha” teman-teman ketawa termasuk gue juga

Setelah itu, teman-temen nyuruh gue buat istirahat di tenda sedangkan mereka sibuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan nanti malam. Lalu Sam nyamperin gue ke tenda. “Gimana kakinya?” tanya Sam sambil ngasih aku secangkir teh hangat.
“Udah mendingan kok Sam, Haha, tengkyu air tehnya” kataku sambil cubit pipi Sam
“Hehe, iya” muka Sam blushing.

Akhirnya kaki gue udah bisa digerakin dan udah gak sakit lagi

Pukul 16.30 WITA

Setelah api unggun sudah siap, aku sama teman-teman yang cewek mau mandi di tempat mata air tadi.
“Sam, aku sama temen-temen mau mandi dulu ya?!” ijinku.
“Okay girls, hati-hati ya!” kata Sam.
“Mau ditemenin?” tanya Fredo, Cody, Joel dan Ryan sambil ngedeket ke kami.
“Ogahh..” kata gue sama teman-teman cewek serempak dan ninggalin mereka.

Beberapa menit kemudian, gue dan teman-teman sudah selesai mandi lalu langsung balik ke tempat camp.
“Ya udah, kalian mandi gih!!” suruh si Selena.
“Iya sana!” lanjut Caitlin dan Meggy.
Gue sama Jazzy cuma diam dan ketawa kecil.
“Iya bidadari-bidadari bawel” kata Sam dan temen-temennya.

Selama mereka mandi, gue sama teman-teman cewek sudah siapin masakan buat nanti malam, Masakannya pun sudah selesai. Setelah itu, gue duduk-duduk di depan tenda. Trus, si Sam langsung nyamperin gue dan duduk di samping gue.
“Hi Lolly” sapanya.
“Hi juga Sam” kataku sambil noleh.
“Lolly, aku mau ngomong sesuatu nih”
“iya ngomong aja!”
“Tapi, tunggu jam nunjukin pukul 00.00 ya!”
“Kok gitu sii?” tanyaku penasaran.
Sam pun gak jawab, dia malah sibuk sama cameranya, ya sudahlah (abaikan)

Pukul 23.48 WITA
“Okay, bentar lagi.” batinku sudah gak sabar. Teman-teman sudah nyalain petasan mereka dan gue juga. Tapi anehnya, si Sam mana? kok gak kelihatan?

Pukul 00.00 WITA
Sam dateng nyamperin gue, entah datengnya dari mana, Dia langsung pegang tangan gue, terus nutup mata gue pakai kain.
“Duuhh, kenapa nih?” tanyaku risih.
“Udah, tenang aja!” jawab Sam.
“Guys and Girls, sekarang three, two, one!!” teriak Sam ke temen-temen terus mereka nyalain petasan dan Sam bukain kain yang nutupin mata gue, setelah gue liatin langit, petasan yang dinyalain tadi itu tulisannya kaya gini “I Love U”
“Saaammm…” ucapku sambil nutup mulutku yang menganga.
“Iya Lolly, aku suka dan sayang sama kamu” kata Sam. “Kamu mau jadi pacar aku?” lanjutnya.
“Ah, eh, mm, Maauu Sam..” jawabku gugup dan mukaku langsung blushing.
“yess! Guys and Girls dia nerima gue” teriak Sam.
“Thanks God!” bisiknya. Lalu dia langsung nyium kening gue dan meluk gue sambil muter-muterin gue
“Udah Sam!” suruh gue karena kepala gue udah rada-rada puyeng karena diputar-putar
“Iya Sayang.” kata Sam langsung nurunin gue.

Okay, awal tahun 2014
Rasanya, apa yang gue dapetin di malam tahun baru kemarin sangat lengkap. Keinginan untuk bermalam dan menikmati malam tahun baru sudah, mendapatkan cinta di malam tahun baru juga sudah. Sekarang waktunya untuk pulang, gue diantar sama Sam sampai rumah. Beberapa bulan kemudian, gue kenalin Sam sama orangtua dan kakak gue. Selama ini, orangtua gue lagi menjalankan bisnis di Paris, Perancis dan sekarang mereka sudah balik lagi. Orangtua dan kakak gue sudah setuju sama hubungan gue dan Sam. Sampai akhirnya kami pun bertunangan.

TAMAT

Tolong share comment kalian! :)
By: Dewi Ratih Widyasari follow juga twitter gue @ratih_lolly06
Makasih :)

Cerpen Karangan: Luh Dewi Ratih Widyasari
Facebook: Atiih Ratiih Wiidyasarii

Nama: Luh Dewi Ratih Widyasari
Panggilan: Ratih/Atih
Alamat: Desa Suwug, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Prov. Bali
Sekolah: SMPN 3 Sawan
Kelas: IX

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANDA PENGUNJUNG KE